Bagaimana Aturan Dasar dari One Pride MMA?

Selasa, 1 Maret 2016 | 10:46 WIB

Bagaimana Aturan Dasar dari One Pride MMA?
Presiden Direktur PT Merah Putih Berkibar, penyelenggara One Pride MMA, Fransino Tirta.

VIVA.co.id – Turnamen Mixed Martial Arts (MMA), One Pride, sudah memasuki tahap audisi. Pada Sabtu 27 Februari 2016, audisi One Pride digelar di Surabaya.

Dalam audisi di Surabaya, ada 100 petarung yang ikut. Namun, cuma ada 3 petarung yang memperoleh grade A.
Mereka adalah Novian Hartanto, Jefri Arianto Utomo, dan Ngabdi M. Sisanya masuk grade B, C, dan D.
Fenomena ini dimaklumi oleh juri sekaligus Presiden Direktur PT Merah Putih Berkibar selaku penyelenggara, Fransino Tirta. Menurut Sino, banyak petarung yang masih belum mengerti teknik dasar dan penilaian dari olahraga beladiri MMA.
“Kami mencari petarung terbaik untuk One Pride. Bukan sekadar coba-coba. Jadi petarung yang akan berlaga tak sembarangan,” terang Fransino kepada VIVA.co.id lewat sambungan telepon, Selasa 1 Maret 2016.
Sebenarnya, bagaimana penilaian utama dari One Pride? Apa yang dilihat oleh juri One Pride dalam meloloskan petarung untuk ikut babak utama?
Fransino menuturkan, petarung MMA harus bisa mengombinasikan teknik pukulan, tendangan, bantingan, dan kuncian. Jadi, menurut Fransino, para petarung MMA tak cuma mengandalkan kekuatan saat sedang bertarung.
“Biasanya ada petarung yang cuma andalkan pukulan saja, terus bisa KO lawan. Kami tak cari yang seperti itu,” ujar Fransino.
“Mereka yang ikut dalam audisi harus bisa kombinasikan pukulan, tendangan, bantingan, dan kuncian. Sebenarnya sudah ada petarung yang bisa melakukan kombinasi-kombinasi tersebut. Rata-rata yang sudah jadi,” lanjutnya.
Terkait perhitungan poin, Fransino menyatakan One Pride sedikit berbeda dengan yang diterapkan di UFC. Jika di UFC mengadopsi beberapa peraturan di tinju, One Pride tidak melakukannya.
Pria yang menyandang sabuk hitam Brazilian Jiu-jitsu tersebut menyatakan aturan-aturan di One Pride lebih berlandaskan pada efektivitas serangan.
“MMA ini 3 ronde. Tak cocok kalau pakai sistem penilaian di tinju. Jadi penilaiannya begini, kalau ada serangan yang mendekati KO, maka poinnya akan lebih tinggi. Atau, jika serangannya efektif dan tepat sasaran maka nilainya pasti bagus. Selanjutnya, penilaian masuk ke kombinasi serangan, agresivitas, dan lainnya,” tutur Fransino.
Audisi One Pride masih berlanjut. Sabtu 5 Maret 2016, One Pride bakal menggelar audisi petarung di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. (one)
Advertisements
Categories: Info | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: