Hapkido Seminar

Riau siapkan Atlet Menuju Kejurnas 2016 di Yogyakarta

Hapkido Indonesia memiliki target lebih cepat untuk lakukan pengembangan di Riau. Dalam waktu dekat segera membentuk pengurus daerah dan menyiapkan atlet untuk kejurnas di Yogyakarta.

Riauterkini-PEKANBARU-Sebagai seni bela diri yang terbilang baru di Riau, Hapkido mulai mempersiapkan atlet untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun 2016 mendatang di Yogyakarta. Meskipun kepengurusan daerah di Riau belum terbentuk.

Hal tersebut dijelaskan oleh pelatih sekaligus pembawa Hapkido ke Riau Emil Alfadri, Ahad (3/4/15) disela-sela seminar di Pekanbaru. Menurutnya, target waktu dekat adalah menyiapkan atlet untuk Kejurnas dan pembentukan pengurus.

“Target kita, dalam waktu dekat kita berharap bisa mengirim atlet pada Kejurnas pertama di Yogyakarta 2016 mendatang,” jelas Emil. “Pembentukan pengurus sendiri, mungkin dalam tiga atau empat bulan mendatang,” tambahnya.

Emil menambahkan, saat ini di Riau sudah banyak dojang atau tempat latihan dan Pekanbaru sendiri sudah ada tiga dojang. Disebutkannya, masing-masing di Hotel Jatra, Vila Permata Paus dan di MDA Al Mutaqin Pintu Angin.

Pendiri Hapkido V. Yoyok Suryadi yang hadir menegaskan, seminar dan training yang berlangsung tangga 1-3 Mei 2015 terbuka untuk umum. Memperkenalkan kepada masyaraat Riau tentang bela diri Hapkido yang berbeda dengan bela diri lainya.

Mengenai target di Riau sendiri, pria yang akrap dipanggil Master Yoyok menjelaskan, target Riau lebih cepat. Ia berharap ada atlet yang terpilih untuk mengikuti Kejurnas, selanjutnya bila berhasil dan dirasa sanggup bisa menlanjutkan untuk kejuaraan dunia.

“Target Riau lebih cepat, kita berharap ada atlet yang dikirim pada Kejurnas di Yogyakarta tahun 2016. Sekaligus membentuk pengurus, menyusul 16 provinsi yang sudah terbentuk,” tegasnya.

Master Yoyok menambahkan, pada dasarnya Hapkido tidak hanya terfokus pada prestasi kompetisi. Tetapi Hapkido juga bertumpu pada prestasi bela diri untk mempertahankan diri sendirri.

Sehingga, menurutnya, tidak semua teknik yang diajarkan dalam latihan digunakan pertandingan kejuaraan. Dicontohkan tentang teknik penggunaan senjata tajam dan kuncian, jika digunakan dalam pertandingan maka dapat menciderai atlet itu sendiri.

“Kalau seperti itu kan tidak mungkin. Kalai yang itu juga di pertandingkan, maka yang ada berabeh,” contohnya.

Sebelumnya, Master Yoyok menjelaskan sedikit tentang seni bela diri Hapkido. Dijelaskan, bela diri ini berasal dari Korea yang memiliki teknik dasar gabungan antara teknik lunak dan keras. Teknik lunak diantaranya adalah kuncian dan buang, sementara teknik keras adanya serangan dengan pukulan dan tendangan.

“Perlu diketahui juga, Hapkido bukan bela diri tangan kosong saja, tetapi juga mengajarkan teknik menggunakan senjata. seperti pedang, tongkat panjang dan tongkat pendek, serta banyak senjata lainya,” jelasnya.***(tam)

Advertisements
Categories: Info | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: